Ticker

6/recent/ticker-posts

Camat Pahandut Berkolaborasi Pemko Palangka Raya, Tertibkan Pedagang


ekspostborneonews.online /// Kota Palangka Raya – Relokasi sejumlah pedagang yang berjualan di bahu jalan kini mulai dilakukan Pemerintah Kota Palangka Raya. Pasalnya, Pemerintah setempat sebelumnya telah melakukan sosialisasi selama tujuh hari ke pedagang yang berjualan di bahu jalan sebelum dilakukan penataan.

Sosialisasi sebelumnya dilakukan untuk relokasi ke 3 blok yang disediakan oleh Pemerintah Kota Palangka Raya selama satu minggu yang lalu . 3 blok tersebut yakni di Pasar Martapura, Pasar Pahandut Indah, dan Pasar Itah.

Pemerintah Kota melalui melalui Kecamatan Pahandut berkolaborasi bersama Disperindag Kota Palangka Raya, Satpol-PP, Dinas Perhubungan, PUPR, Koramil, Polsek Pahandut serta pengurus pasar besar menertibkan sejumlah pedagang yang terlihat dagangannya berada di bahu drainase.

Pihaknya menyusuri pedagang di Jalan Jawa, Jalan Seram,Jalan Halmahera, Jalan Bangka, dan Jalan Sumatra untuk memastikan pedagang tak lagi berjualan di bahu jalan dan drainase. Dari pantauannya terlihat bahu jalan tak lagi diduduki pedagang. Namun begitu masih ada sejumlah pedagang yang lapaknya masih berada di atas drainase.
Petugas Satpol PP setempat langsung menertibkan lapak pedagang yang berada diatas drainase. Selain itu, terdapat juga sisa-sisa barang milik pedagang yang berjualan di bahu jalan yang diangkut oleh pihaknya. Kemudian pedagang yang menggunakan mobil dialihkan ke lapak yang tersedia di Jalan Bangka.

Usai dilakukan penertiban, jalan di wilayah yang ditertibkan terlihat lengang. Lalu lintas jalan tersebut mudah dilalui pengendara.Pihak petugas pun langsung memasangkan spanduk bertuliskan dilarang berjualan di bahu jalan di Pasar Besar tersebut.

Camat Pahandut, Berlianto mengharapkan dari penertiban tersebut dengan melakukan pemasangan spanduk larangan tersebut agar pedagang tidak kehilangan pembelinya.

“Harapannya arus semakin lancar, dan teman-teman PUPR yang akan turun untuk membersihkan, drainase dibantu dengan Dinas Lingkungan Hidup,” ujarnya kepada awak media usai kegiatan penataan di Jalan Jawa, Kamis (30/6/2022).

Dia sendiri mengaku selama relokasi tersebut terdapat pedagang yang masih menolak untuk direlokasi. Namun pihaknya terus melakukan komunikasi dengan pedagang tersebut agar menerima untuk direlokasi.

“Walaupun seperti ini juga, mereka sudah merasa lama berjualan disini, mau tidak mau mereka menggunakan badan jalan, dan tidak bisa kita pungkiri dan kita tetap memindahkan ke tempat yang masih kosong,” imbuhnya.

Dia menyebut dari tiga tempat relokasi tersebut, tersedia 28 blok di Pasar Martapura, 171 blok di Pasar Pahandut Indah, dan 20 blok di Pasar Itah. Pihaknya memperkirakan tempat relokasi tersebut cukup menampung pedagang yang disosialisasikan untuk relokasi tersebut.

“Kita tetap membantu saudara-saudara kita yang berjualan, tidak hanya memindahkan tanpa solusi, yang kita minta adalah mereka pindah,cari tempat yang enak, dan berusaha juga semakin nyaman,” tutupnya. 

Pewarta : RHM/Boy

Posting Komentar

0 Komentar