Ticker

6/recent/ticker-posts

Kepala Negara Ini Mendadak Telpon Presiden Jokowi, Bahas Hal Serius, Ada Apa Itu?


 
ekspostborneonews.online ///  PRESIDEN Joko Widodo mengaku menerima telepon dari sejumlah kepala negara dan kepala pemerintahan dalam dua minggu terakhir.

Menurutnya, para pemimpin dunia itu mengeluhkan kondisi yang tidak pasti akibat pandemi Covid-19 serta perang Rusia dan Ukraina.

Melansir dari kanal YouTube Sekretariat Presiden, Jokowi menyampaikan hal tersebut saat memberikan arahan dalam acara Afirmasi Bangga Buatan Produk Indonesia di Bali.

“Semua negara betul-betul pusing semua, dalam dua minggu ini saya dapat telepon beberapa kepala negara/pemerintahan,” terangnya, Jumat (25/3/2022).

Ia mengaku mendapat telepon dari Presiden Prancis Emmanuel Macron, Presiden China Xi Jinping, Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau, dan Kanselir Jerman Olaf Scholz.

Menurut Jokowi, semua kepala negara itu bingung bagaimana cara menyelesaikan persoalan yang kini tengah melanda dunia.

Jokowi menyebut semua negara saat ini sedang mengalami kesulitan ekonomi.

Dampak pandemi dan perang juga membuat sulitnya menetapkan kebijakan negara karena tak bisa lagi dihitung dengan angka pasti.

Selain itu, hal tersebut juga berdampak pada kelangkaan energi sehingga harga minyak mentah dunia mengalami kenaikan.

Jokowi menyebut kenaikan yang dulu hanya 50-60 dolar AS per barrel kini naik 118 dolar AS per barrel atau dua kali lipatnya.

“Bayangkan kita (BBM) naik 10 persen saja demo-nya tiga bulan, ini naik dua kali lipat, artinya 100 persen naik,” lanjutnya.

Tak hanya minyak, harga gas dan pangan pun juga mengalami kenaikan.

Kemudian kelangkaan kontainer juga terjadi dan membuat harganya naik hingga lima sampai enam kali lipat.

Jokowi mengatakan semua pihak harus memahami hal-hal seperti itu karena titik akhirnya adalah kenaikan inflasi.

Ia pun meminta untuk berhati-hati karena kini pemerintah tengah mengendalikan inflasi 2,2 persen.

Pasalnya, Jokowi menyebut Amerika yang biasanya tidak lebih dari 1 persen, saat ini bahkan sudah di angka 7,5 persen.

Jokowi pun menyatakan semua negara mengalami kenaikan bahkan Turki naik hampir 50 persen.

Lebih lanjut, Jokowi memerintahkan gubernur, bupati, wali kota, serta dirut BUMN harus memahami dan mencari cara untuk mengendalikannya.

( Ekspostbnews/Jr/Ne/Rd/Montt/Nesia).

 

Posting Komentar

0 Komentar