Ticker

6/recent/ticker-posts

Acara Seremonial Kegiatan Ketahanan Pangan Kampung Intu Lingau

ekspostborneonews.online /// Kabupaten Kutai Barat Kampung intu lingau sepertinya,mendapat mimpi durian Runtuh (musim durian kali)hehe..kenapa tidak!! Pemerintah Kutai Barat memberikan  perhatian yang sangat luar biasa pada kampung  Intu lingau dengan pembangunan infrastruktur akses jalan yang sudah rampung dari poros jalan sampai ke kampung Intu lingau yang berkisar 25 km.
 
Dengan demikian Kepala Desa, Abed Nego. menyampaikan banyak berterimakasih Kepada Pemerintah, karena rampung nya pembangunan Jalan ke kampung kami ini, memudahkan petani untuk menjual hasil panen pertanian dan klu bisa langsung bertemu dengan konsumen bukan berhadapan dgn tenggulak lagi.

"Nah, tidak cuma akses jalan yang sudah oke. Namun warga sudah bisa jual hasil panen para petani artinya perekomian menambah kesejahteraan warga menjadi baik, "ucap Abed Nego.

Pemerintah Kutai Barat,23 September 2022. BKAD Sahadi, S Hut, M.Si, Kepala  Dinas Pertanian Petrus, S.Hut, M.Si, & Kepala Dinas Ketahanan Pangan, ikut serta menghadiri acara seremonial & mendukung penuh petani di kampung lingau, dengan menyerahkan ; bibit jagung pipil, pupuk, insektisida dan pestisida kepada kelompok tani,karena kampung lingau sangat perpotensi untuk daerah pertanian, daerah yang masih luas dan tanah yang paling subur di wilayah Kutai Barat.

Maka  dgn itu  salah satu  program dari kepala Dinas Pertanian seperti PPL pertanian yang masih aktif di kampung lingau,yang akan menunjang pengetahuan petani tradisional di kampung intu lingau. 
dan untuk antisipasi ketahanan pangan, dampak dari perpindahan IKN (ibu kota negara) Kepala Dinas Ketahanan Pangan telah merelisiasikan seperti; 1.lantai jemur 2.lumbung padi dan akan membuat center badan usaha pangan pasar.

Kepala Desa, Abed Nego mendapat apresiasi dari pemerintah setempat, karena membuat inisiatif dana desa 20 % yang akan disalurkan untuk pertanian demi  mewujudkan kesejahteraan warga di kampung lingau karena warganya hanya mayoritas petani.

" Kita anggarkan dari  dana desa 20 % untuk membantu para petani agar warga sejahtera dapat mengurangi beban warga petani di Kutai Barat ini, " tutur Abed Nego pada media ini.

(Ricard Naibaho)

Posting Komentar

0 Komentar